Minggu, 16 Juni 2013

analisis mengenai dampak perubahan sosial terhadap pudarnya nilai dan norma di masyarakat


                                   BAB 1
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Setiap masyarakat, baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan senantiasa berada dalam proses perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan gejala yang melekat disetiap kehidupan masyarakat. Dikatakan sebagai gejala karena dampak perubahan sosial yang bisa mempengaruhi struktur dan fungsi sosial masyarakat.
Perubahan sosial dapat membawa dampak positif dan negative terhadap masyarakat. Sebut saja, perubahan sosial dapat berpengaruh terhadap perkembangan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi dan dapat memudahkan masyarakat memenuhi kebutuhannya. Di sisi lain, Perubahan-perubahan yang terjadi dalam masyarakat akan menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur yang ada pada masyarakat. Perubahan sosial akan mengubah struktur dan fungsi dari unsur-unsur sosial masyarakat tertentu, sehingga memudarkan nilai dan norma yang dianut di suatu masyarakat.
Saat ini, pengaruh budaya asing begitu cepeat menyebar luas dan mempengaruhi masyarakat Indonesia. Mulai dari cara berpakaian kebarat-baratan, K.POP, musik heavy metal yang sangat digemari banyak masyarakat, terutama generasi muda. Tampa disadari, hal tersebut bisa memudarkan nilai dan norma masyarakat Indonesia.










B.  Rumusan Masalah

  • Apakah pengertian perubahan sosial?
  • Apakah pengertian nilai dan norma?
  • Apakah peran  nilai dan norma dalam masyarakat?
  • Bagaimana dampak perubahan sosial terhadap nilai dan norma masyarakat?

C. Tujuan

  • Untuk mengetahui pengertian perubahan sosial.
  • Untuk mengetahui pengertian nilai dan norma.
  • Untuk mengetahui peran nilai dan norma di masyarakat.
  • Untuk mengetahui dampak perubahan sosial terhadap nilai dan norma masyarakat.

















BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian perubahan sosial

Perubahan sosial merupakan gejala yang selalu ditemukan di setiap masyarakat. Dikatakan gejala karena dengan perubahan-perubahan yang terjadi di dalam masyarakat yang bisa  menimbulkan ketidaksesuaian antara unsur-unsur sosial yang ada di dalam masyarakat tersebut, sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak sesuai fungsinya dan berdampak bagi nilai dan norma masyarakat yang bersangkutan.
Menurut Selo Soemardjan, perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosial, termasuk didalamnya nilai-nilai sikap-sikap dan pola prilaku diantara kelompok dalam masyarakat menurutnya, antara perubahan sosial dan perubahan kebudayaan memiliki satu aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan cara masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya.[1] Selain itu Perubahan sosial dikatakan tidak dapat dilepaskan dari perubahan kebudayaan karena kebudayaan merupakan hasil dari adanya masyarakat, sehingga tidak akan adanya kebudayaan apabila tidak ada masyarakat yang mendukungnya dan tidak ada satupun masyarakat yang tidak memiliki kebudayaan.
Perubahan sosial itu bersifat umum meliputi perubahan berbagai aspek dalam kehidupan masyarakat, sampai pada pergeseran persebaran umur, tingkat pendidikan dan hubungan antar warga. Dari perubahan aspek-aspek tersebut terjadi perubahan struktur masyarakat serta hubungan sosial.  Jadi perubahan sosial juga dapat diartikan sebagai perubahan yang terjadi dalam masyarakat atau dalam hubungan interaksi, yang meliputi berbagai aspek kehidupan. Sebagai akibat adanya dinamika anggota masyarakat dan yang telah didukung oleh sebagian besar anggota masyarakat.

Masyarakat yeang mengalami perubahan sosial dalah masyarakat yang telah mencapai peradaban tertentu, berarti telah mengalami evolusi kebudayaan yang lama dan bermakna sampai tahap tertentu yang diakui tingkat IPTEK dan unsur budaya lainnya, sehingga taraf kehidupannya makin kompleks. Proses tersebut tidak terlepas dari berbagai perkembangan, perubahan, dan pertumbuhan yang meliputi aspek-aspek demografi, ekonomi, organsisasi, politik, IPTEK dan lainnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial mencangkup tiga hal yaitu:
1) Perubahan struktur dalam sosial
2) Perubahan organisasi sosial.
3) Perubahan hubungan sosial.

Adapun dampak perubahan sosial adaah sbb :  
            Perubahan sosial dapat memberikan dampak positif dan dampak negative. Dampak positifnya adalah :
  • Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Kebutuhan lebih mudah dipenuhi.
  • Pola pikir yang lebih maju.
Sedangkan dampak negatifnya adalah :
  • Konsumerisme artinya sikap masyarakat yang cenderung untuk memiliki dan memakai benda-benda yang dianggap bernilai demi mendapatkan prestise tertentu.
  • Keresahan sosial artinya rasa cemas dan takut pada masyarakat yang menyebabkan hilangnya ketentraman dalam masyarakat.
  • Gangguan hubungan sosial, misalnya pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat.
  • Disintegrasi social
Disintegrasi sosial adalah proses terpecahnya suatu kelompok sosial menjadi beberapa unit sosial yang terpisah satu sama lain.[2]

  1. Pengertian nilai dan norma

Nilai adalah sesuatu yang berguna dan baik yang dicita-citakan dan dianggap penting oleh masyarakat oleh masyarakat.sesuatu dikatakan mempunyai nilai,apabila mempunyai /kegunaan,kebenaran,kebaikan,keindahan dan religiositas.sedangkan Norma merupakan ketentuan yang berisi perintah-perintah atau larangan-larangan yang harus dipatuhi warga masyarakat demi terwujudnya nilai-nilai.
Nilai dan norma merupakan dua hal yang saling berhubungan dan sangat penting bagi terwujudnya suatu keteraturan masyarakat.nilai dalam hal ini adalah ukuran,patokan,anggapan dan keyakinan yang dianut orang banyak dalam suatu masyarakat.keteraturan ini bisa terwujud apabila anggota masyarakat bersikap dan berperilaku sesuai dan selaras dengan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku.seseorang yang ingin memenuhi kebutuhan  sosial seperti,kegiatan bersama harus memerhatikan dan melaksanakan nilai-nilai dan norma-norma yang berlaku di masyarakat.apabila dalam memenuhi kebutuhan tersebut mengabaikan nilai dan norma sosial yang berlaku,tentunya ketertiban dan keteraturan sosial tidak akan terwujud.
Nilai  dibagi menjadi empat antara lain:
  • Nilai Etika merupakan nilai untuk manusia sebagai pribadi yang utuh,misalnya kejujuran.nilai tersebut saling berhubungan dengan akhlak,nilai ini juga berkaitan dengan benar atau salah yang dianut oleh golongan atau masyarakat.nilai etik atau etis sering disebut sebagai nilai moral,akhlak,atau budi pekerti.selain kejujuran,perilaku suka menolong,adil,pengasih,penyayang,ramah dan sopan termasuk juga ke dalam nilai ini.sanksinya berupa teguran,caci maki,pengucilan,atau pengusiran dari masyarakat.
  • Nilai Estetika atau nilai keindahan sering dikaitkan dengan benda,orang,dan peristiwa yang dapat menyenangkan hati(perasaan).nilai estetika juga dikaitkan dengan karya seni.
  • Nilai Agama berhubungan antara manusia dengan tuhan, kaitannya dengan pelaksanaan perintah dan larangannya.Nilai agama diwujudkan dalam bentuk amal perbuatan yang bermanfaat baik didunia maupun di akhirat,seperti rajin beribadah,berbakti kepada orangtua,menjaga kebersihan,tidak berjudi dan tidak meminum-minuman keras,dan sebagainnya.bila seseorang melanggar norma/kaidah agama,ia akan mendapatkan sanksi dari Tuhan sesuai  dengan keyakinan agamanya masing-masing.oleh karena itu,tujuan norma agama adalah menciptakan insan-insan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,dalam pengertian mampu melaksanakan apa  yang menjadi perintah dan meninggalkan apa yang dilarangannya.adapun kegunaan norma agama,yaitu untuk mengendalikan sikap dan perilaku setiap manusia dalam kehidupannya agar selamat di dunia dan di akhirat.
  • Nilai sosial berkaitan dengan perhatian dan perlakuan kita terhadap sesama manusia di lingkungan kita.nilai ini tercipta karena manusia sebagai mahkluk sosial.manusia harus menjaga hubungan diantara sesamannya,hubungan ini akan menciptakan sebuah keharmonisan dan sikap saling membantu.kepedulian terhadap persoalan lingkungan,seperti kegiatan gotong-royong dan menjaga keserasian hidup bertetangga,merupakan contoh nilai sosial. Berdasarkan kekuataan daya pengikatnya,norma-norma sosial dibagi menjadi tata cara(usage),kebiasaan(folkways),tata kelakuan(mores),adat-istiadat(customs),dan hukum(laws).

Sedangkan norma merupakan suatu aturan-aturan yang berisi perintah,larangan,dan sanksi-sanksi bagi yang melanggarnya.pada dasarnya norma merupakan nilai,tetapi disertai dengan sanksi yang tegas terhadap pelanggarnya.norma merupakan aturan-aturan dengan sanksi-sanksi yang dimaksudkan untuk mendorong bahkan menekan perorangan,kelompok,atau masyarakat secara keseluruhan untuk mencapai nilai-nilai sosial.
    Norma sosial adalah aturan,standar(patokan) yang dipergunakan oleh anggota masyarakat sebagai petunjuk,perintah,anjuran,dan larangan.Dalam perkembangannya,suatu norma sosial akan menjadi bagian tertentu dari lembaga kemasyarakatan.Norma-norma sosial tersebut oleh masyarakat dikenal,diakui,dihargai,dan ditaati dalam kehidupan sehari-hari.Tujuan dari diberlakukannnya suatu norma  pada dasarnya adalah untuk menjamin terciptannya ketertiban dalam masyarakat. Adapun norma yang terdapat dalam masyarakat adalah :
  • Norma Agama
   Norma agama merupakan atuaran-aturan yang mutlak kebenarannya karena aturan-aturan tersebut berasal dari Tuhan Yang Mahakuasa.Kebenaran norma adalah mutlak.hal ini disebabkan oleh aturan dan sanksinya diciptakan  oleh Tuhan Yang Mahakuasa.Norma agama berisi petunjuk Tuhan yang berupa perintah(kewajiban dan anjuran),larangan dan sanksinya bagi yang melanngar adalah di akhirat.
  • Norma Kesusilaan
    Norma kesusilaan merupakan aturan-aturan yang bersumber dari suara hati nurani manusia berupa perintah dan larangan hati nurani manusaia.contohnya kita harus jujur,mencintai sesama manusia,tidak boleh berbohong,dan tidak boleh menyakiti hati orang lain.Seorang yang melanggar norma ini akan menerima sanksi berupa perasaan tidak tentram,resah,gelisah dan sebagainya.
  • Norma Kesopanan
Norma kesopanan adalah peraturan hidup yang mengatur sikap dan tingkah laku manusia dalam masyarakat.norma ini berisi perintah masyarakat yang harus dilaksanakan dan larangan masyarakat tidak boleh dilakukan.contohnya antara lain:
1).Jangan meludah sembarangan tempat.
2).Berbicara dengan orangtua berbahasa halus dan sopan.
3).Mengucapkan salam bila bertemu orang lain.
  • Norma Hukum
Norma hukum adalah seperangkat peraturan yang dibuat oleh negara atau badan yang berwenang.norma hukum berisi perintah negara yang dilaksanakan dan larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh warga negara.sifat dari norma ini adalah tegas dan memaksa.
Sifat”memaksa”dengan sanksinya yang tegas inilah yang merupakan kelebihan dari norma hukum,jika dibandingkan dengan norma-norma yang lainnya.demi tegaknya hukum,negara mempunyai lembaga beserta aparat-apratnya di bidang penegakan hukum seperti polisi,jaksa,dan hakim.bila seseorang melanggar hukum,ia akan menerima sanksinya berupa hukuman misalnya hukuman mati,penjara,kurungan,dan denda.[3]

  1. Peran Nilai Dan Norma Dalam Masyarakat adalah sbb :
  • Sebagai Pengatur Sistem Di Masyarakat
Norma sebagai pengatur perilaku dalam kehidupan bermasyarakat. Norma mnegatur bagaimana cara masyarakat harus berprilaku.
  • Peran Nilai Dan Norma Sosial Dalam Masyarakat Sebagai Pelindung
Dalam konteks nilai dan norma sebagai pelindung adalah karena norma dan nilai itu dicantumkan sanksi terhadap pelanggaran norma itu sehingga benar – benar bahwa peraturan menjadi pelindung bagi mereka yang lemah. Maka dari itu nilai dan norma juga dijadikan sebagai pelindung hak – hak bagi seseorang atau kelompok dalam melaksanakan aktifitas hidup mereka. Contohnya seseorang yang mencuri otomatis ia telah melanggar nilai dan norma social, karena adanya norma yang mengatur sehingga ia di beri sanksi misalnya di penjara serta keuntungan dari adanya nya norma adalah melindungi hak korban yang menjadi korban pencurian tersebut.
  • Peran Nilai Dan Norma Sosial Dalam Masyarakat Sebagai Petunjuk Prilaku Manusia
Dalam konteks ini, nilai dan norma berfungsi sebagai petunjuk perilaku – perilaku yang harus diperbuat oleh setiap anggota masyarakat pada tiap – tiap kegiatan dan kepentingan dan sebagai petunjuk arah dalam bersikap dan bertindak bagi warga masyarakat.
  • Peran Nilai Dan Norma Sosial Dalam Masyarakat Sebagai Khazanah Budaya Masyarakat
Dalam peranannya norma dan nilai berperan sebagai pengatur perilaku antara warga masyarakat, termasuk sistem komunikasi yang dapat memberikan corak khas masyarakat tertentu sehingga berbeda dengan masyarakat yang lain.[4]


  1. Analisis mengenai dampak perubahan sosial terhadap memudarnya nilai dan norma di masyarakat

Di halaman sebelumnya telah dijelaskan pengertian perubahan sosial, dampak perubahan sosial, pengertian nilai dan norma, dan peran nilai dan norma di masyarakat. Jika dikaitkan dengan kehidupan generasi muda pada saat ini, maka dapat dikatakan bahwa generasi muda yang dikatakan generasi penerus bangsa kini keberadaannya mulai diragukan masyarakat.Segala yang dilakukan generasi muda saat ini sangat jauh berbeda dengan yang dilakukan generasi sebelumnya. Perubahan sosial yang mereka alami tidak dikaitkan dengan nilai dan norma yang berlaku. Mulai dari sikap dan perilaku mereka yang sering bertentangan dengan nilai dan norma yang dianut di tempat tinggal mereka. Parahnya lagi, generasi muda yang mengalami perubahan sosial sekarang ini lebih banyak yang acuh tak acuh terhadap dampak negative perubahan sosial daripada yang begitu peduli dengan dampak yang dibawa perubahan sosial karena pengaruh globalisasi. Hal-hal seperti itulah yang membuat masyarakat menjadi gerah dengan tingkah laku generasi muda saat ini. contoh perubahan sosial yang dialami generasi muda misalnya gaya berpakaian kebanyakan generasi muda yang dengan beraninya mengikuti gaya berpakaian yang kebarat-baratan yang serba mengumbar aurat, padahal sebelumnya di daerah yang mereka tinggali menjunjung nilai agama yang tinggi dan norma kebiasaan untuk berpakaian sopan. Pada awalnya, pemuda yang seperti itu katakan saja mendapat teguran keras dari masyarakat tempat tinggalnya. Tapi semakin lama semakin banyak yang lainnya yang terkena dampak globalisasi dalam hal budaya berpakaian kebarat-baratan, sehingga generasi muda yang lainnya mulai menganggap cara berpakaian seperti itu sebagai hal biasa yang bisa diikuti sesuai perkembangan globalisasi. Secara tidak sadar oleh mereka, mereka telah mengalami perubahan sosial yang negative. Karena banyaknya yang berpakaian seperti itu, masyarakat menjadi kewalahan untuk menegur apalagi untuk mengubah cara berpikir mereka yang benar-benar terbius untuk berubah karena dampak globalisasi. Sedangakan sebagian generasi muda yang tidak mengikuti gaya berpakaian seperti itu sering dikatakan ketinggalan zaman, jadul, tidak fashionable. Bahkan saya pernah mendengar ketika seorang teman yang saya kenal berjilbab besar dan terbiasa dengan pakaian yang tidak memperlihatkan lekukan tubuhnya menegur seorang teman yang lewat di depan kami dengan pakaian yang benar-benar kebarat-baratan. Tiba-tiba saja teman saya yang tadi dicemoh dan dikatakan  “yahh daripada kamu..hidup di zaman serba modern tapi kok kayak orang yang hidup di zaman purba, sama sekali gak mengerti yang namanya fashionista”. Hal kecil seperti itulah salah satu hal yang bisa menghilangkan jati diri generasi muda sehingga membuat mereka mulai mengikuti dampak negative gobalisasi dan mengalami perubahan sosial sehingga menyebabkan memudarnya niai dan norma yang sudah dianut sebelumnya.
Pada masa sekarang  ini, generasi muda merupakan objek yang paling cepat dipengaruhi dampak perubahan sosial yang dibawa arus globalisasi. Apalagi generasi muda yang sama sekali tidak mengenal jati dirinya sendiri. Mereka cenderung lebih cepat dipengaruhi efek globalisasi sehinnga mereka cepat sekali mengalami perubahan sosial yang negative. Selain tidak mengenal jati diri, anak yang memiliki keluarga dan staf pengajar yang dalam mengajarkannya tidak mempunyai kompeten dan tidak peduli akan ank didiknya juga merupakan anak yang cepat bisa terpengaruh dampak globalisasi sehingga mengalami perubahan sosial yang negative. Maksud dari keluarga yang tidak berkompeten dan tidak peduli adalah Keluarga yang seharusnya mempunyai peran penting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak dan mengajarkan anak  mulai dini tidak menjalankan perannya dengan benar. Keluarga yang lebih sering sibuk dengan pekerjaan tampa meberikan perhatian kepada anaknya. Begitu juga dengan staf pengajar yang seharusnya mengajarkan hal hal benar tapi malah memberikan contoh yang tidak benar. Staf pengajar yang seharusnya bertindak ketika anak didiknya melakukan penyimpangan-penyimpangan tapi malah hanya diacuhkan dan dibiarkan tampa ditindak.
Dalam proses perubahan sosial, banyak pemuda yang tidak menfiltrasi hal yang akan mereka ikuti. kebanyakan dari mereka ketika melalui proses perubahan sosial tidak berpikir panjang dan tidak menimbang tentang pentingnya nilai-nilai social-budaya yang awalnya mereka ikuti.  Banyak yang tak sadar akan perubahan-perubahan sosial yang dapat menyebabkan mulai tidak ada persamaan pandangan di antara anggota masyarakat mengenai norma yang semula dijadikan pegangan oleh anggota masyarakat sehingga Norma-norma masyarakat tidak berfungsi dengan baik sebagai alat untuk mencapai tujuan masyarakat. Ditambah lagi dengan Timbulnya pertentangan norma-norma dalam masyarakat, sehingga menimbulkan kebingungan bagi anggota masyarakat itu sendiri.selain itu Tidak ada tindakan sanksi yang tepat bagi pelanggar norma dan tindakan dalam masyarakat sudah tidak sesuai lagi dengan norma masyarakat.
Di sisi lain, dampak globalisasi yang menyebabkan masyarakat mengalami perubahan sosial sehingga semakin berkembangnya perilaku konsumerisme yang membuat mereka sangat suka  untuk memiliki dan menggunakan  barang-barang yang dikatakan bernilai. Ketika masyarakat berperilaku konsumerisme, mereka akan melakukan hal tersebut dengan menggunakan berbagai cara, tampa peduli benar dan salahnya cara yang mereka tempuh tersebut. Hal ini menyebabkan keresahan sosial atau  rasa cemas dan takut pada masyarakat yang menyebabkan hilangnya ketentraman dalam masyarakat tersebut. Secara langsung hal tersebut menyebabkan gangguan hubungan sosial dan berdampak pada pudarnya norma-norma dan nilai-nilai dalam masyarakat.













BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpuan
Memudarnya nilai nilai dan norma norma di masyarakat dapat disebabkan oleh masyarakat, terutama kaum muda yang dikatakan penerus bangsa  mengalami perubahan sosial yang negative akibat arus globalisasi tampa berpikir panjang untuk mengikuti perubahan tersebut. Mulai dari mengalami perubahan sosial yang negative yang dibawa globalisasi karena  tidak mengenal jati diri, kurangnya sosialisasi, perilaku konsumerisme yang tinggi, keresahan sosial, kurangnya peran keluarga dan pengajar, acuh tak acuh terhadap nilai nilai dan norma norma, pengaruh budaya asing, lingukngan yang baru dll.
B.     Saran
Sebagai generasi penerus bangsa, sebaiknya kita sebagai pemuda mengenal jati diri kita masing-masing dan menjunjung tinggi nilai dan norma yang benar yang kita anut. Ketika generasi muda dihadapkan dengan perubahan sosial sebaiknya terlebih dahulu  memfiltrasi setiap perubahan yang dibawa arus globalisasi. Jika baik, mari kita ikuti dan jika buruk, sangat baik untuk tidak diikuti.






DAFTAR PUSTAKA